Basuki: Uang Tidak Bisa Beli Partisipasi Publik

Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama datang menghadiri peresmian Rumah Lembang yang merupakan rumah pusat informasi untuk para pendukung Basuki jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 mendatang. Pada kesempatan itu, Basuki menyampaikan apresiasinya terkait dengan didirikannya Rumah Lembang tersebut. Ia mengatakan, adanya rumah pemenangan ini merupakan bukti nyata dari revolusi mental. “Ketika tidak kampanye pun partai-partai bukannya minta mahar tapi patungan mendirikan kantor. Ini pertama kalinya, jadi ke depan orang berpolitik harusnya jadi semakin murah karena semua akan bergotong royong,” ujar Basuki di acara peresmian Rumah Lembang di Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/8). Ia mengatakan, seluruh relawan dari banyak lapisan merupakan orang-orang yang telah berpartisipasi termasuk diantaranya untuk mendirikan rumah pemenangan ini. Menurutnya, teknologi bisa dibeli, uang pun bisa dilakukan untuk membeli apa saja tetapi uang tidak bisa membeli partisipasi publik. “Uang bisa kita belikan apa saja, tapi uang tidak bisa beli partisipasi publik. Terima kasih, yang penting Anda semua kompak tidak usah berebut,” katanya. Ia mengatakan, partai pendukung sudah mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki biaya untuk bisa maju di Pilgub DKI 2017. Hal tersebut sudah disampaikannya secara gamblang kepada partai-partai pendukung tersebut. “Tapi kami gunakan teknik kampanye yang berbeda. Kami gunakan partisipasi masyarakat sehingga wargalah yang mendukungnya,” ujarnya. Cara kampanye yang berbeda itu, kata Basuki, adalah dengan menjual tiket di acara semacam festival seperti Ahok Fair yang pernah diselenggarakan beberapa waktu lalu. Ditambah lagi, dirinya sudah mengenal secara pribadi maupun politik kepada para politisi yang bernaung di partai tersebut. Hal itulah, katanya, yang membuat dirinya lebih mudah. Basuki mengatakan, dirinya juga ingin mengedukasi masyarakat untuk memilih calon gubernur yang terbaik. Diantaranya adalah dengan berkampanye melalui adu program. “Orang bisa kritik kejanggalan saya. Kami harus keluarkan program yang unggul jadi bukan fitnah yang tidak perlu,” pungkasnya. Deti Mega Purnamasari/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu