Jokowi Dorong Waralaba Ekspansi ke Luar Negeri

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka pameran waralaba “Indonesia Franchise and SME Expo (IFSE) 2016” pada 25-27 November 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Jokowi meminta waralaba lokal bisa ekspansi ke luar negeri agar Indonesia semakin dikenal. Jokowi mengatakan Indonesia merupakan negara yang paling potensial untuk bisnis waralaba karena memiliki 34 provinsi dan 516 kabupaten dan kota serta jumlah kelas menengah yang meningkat. “Masyarakat Indonesia sudah terbiasa buka warung dan toko, jadi bisnis waralaba ini sangat menjanjikan dan sudah bisa diterima,” ujar Jokowi, Jumat (25/11). Jokowi mengatakan bisnis waralaba menyerap tenaga kerja cukup besar, sehingga semakin tinggi pertumbuhan bisnis waralaba akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia. “Pemerintah siap mendukung bisnis waralaba agar tetap tumbuh di Indonesia,” kata Jokowi. Bisnis waralaba di Indonesia terdiri dari dua yaitu waralaba lokal dan waralaba asing. Kedua jenis waralaba tersebut sama-sama tumbuh. Jokowi meminta waralaba lokal bisa ekspansi ke luar negeri agar Indonesia semakin dikenal disamping meningkatkan daya saing. Jokowi juga mengapresiasi waralaba yang sudah ekspansi seperti es teler 77 yang membuka gerai di ASEAN. “Bisnis waralaba mempunyai prospek cerah dan diperkirakan tetap berkembang hingga puluhan tahun,” ujar dia. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, saat ini pertumbuhan usaha waralaba di negara berkembang, termasuk Indonesia cukup tinggi. Jika bisnis waralaba diberikan akses, maka ekonomi tumbuh dan lapangan kerja semakin banyak. Berdasarkan data International Franchise Association, pada 2014 jumlah waralaba di Indonesia mencapai 698 waralaba dengan jumlah gerai 24.400 unit yang terdiri dari 63 persen waralaba lokal dan 37 persen asing. Adapun omzetnya mencapai Rp 172 triliun per tahun. Jenis sektor yang paling diminati adalah makanan dan minuman, pendidikan, kecantikan dan kesehatan. “Bisnis waralaba cukup menguntungkan dan bisa menggerakkan ekonomi,” ujar dia. Sesuai Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2007, Kementerian Perdagangan (Kemdag) siap membantu bisnis waralaba dengan memberikan pembinaan, dan pelatihan kepada waralaba yang sudah eksis dan calon waralaba. Ridho Syukro/WBP Investor Daily

Sumber: BeritaSatu