Deplu AS Peringatkan Piala Eropa 2016 di Bawah Ancaman Serangan Teror

Metrotvnews.com, Washington DC : Turnamen Piala Eropa 2016 di Prancis berada di bawah ancaman serangan teror. Peringatan itu dilontarkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) jelang sepekan gelaran turnamen antar negara Eropa tersebut. Prancis memang mendapat serangan teror yang terkoordinasi pada November 2015 lalu. Atas peristiwa tersebut, sebanyak 130 orang meregang nyawa pada aksi keji yang salah satu sasarannya yakni venue Piala Eropa 2016, Stade de France. Baca juga Highlights Liga Champions Eropa Bawa Portugal Juarai Piala Eropa, Ronaldo Dijadikan Nama Bandara Kilas Balik Piala Eropa 2016 Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Prancis dinilai Departemen Luar Negeri AS tetap dalam keadaan darurat pascaserangan tersebut. Delapan halaman dokumen dari Departemen Luar Negeri AS pun memperingatkan jika Piala Eropa bisa menjadi target serangan selanjutnya. “Masuknya pengunjung ke Prancis selama berbulan-bulan di musim panas, terutama selama Piala Eropa akan menciptakan kerumunan banyak. Pelaku ancaman bisa menargetkan menyerang lokasi itu dengan perkiraan dampak maksimum,” bunyi petikan laporan yang disusun Dewan Keamanan Penasehat Luar Negeri Amerika (OSAC). “Lokasi seperti tempat hiburan yang kemungkinan akan dipenuhi para suporter, restoran, dan tempat umum lainnya bisa dilihat sebagai target yang lebih mudah untuk diakses,” lanjut petikan laporan Departemen Luar Negeri AS. Sementara, Kepala Keamanan Piala Eropa Ziad Khoury sempat menyatakan semua pengamanan Piala Eropa 2016 sejauh ini berjalan baik. Ia mengakui tidak mengalami stres atau tekanan dan justru merasa tenang. “Kami tidak stres. Kami percaya diri, tenang, dan siap. Kami bertujuan untuk mengatur hal-hal baik,” ungkap Khoury kepada Eurosport, Selasa (17/5/2016) lalu. (Sportsmole) (REN)

Sumber: MetroTVNews